KABUPATEN LEBAK, Pojok Literasi - Peserta didik SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak ditampar Kepala sekolah karena merokok sehingga menimbulkan solidaritas ekstrem mogok masuk Sekolah, direspon oleh Gubernur melalui dikeluarkannya Pergub pencopotan kepala sekolah.
Fenomena ini menimbulkan dampak negatif yang sangat pesat terhadap peserta didik dan guru, merujuk pada metode penegakkan kedisiplinan dilingkungan sekolah. Peserta didik akan semakin ekstrem kedepan, mengingat tindakan Gubernur membuat guru semakin trauma untuk melakukan penindakan terhadap kedisiplinan peserta didik kedepannya.
Dalam ilmu sosiologi Kenakalan remaja dibangku SMK sangat komplek terjadi melanggar norma, aturan, hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa, menurut penelitian yang dilakukan Balitbang Departemen Sosial, mengindikasikan bahwa kematangan emosi pada remaja yang masih labil merupakan salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja, dengan demikian sangat penting untuk ditindak dengan keras guna membentuk karakter peserta didik sehingga sekolah sebagai tempat terciptakan generasi bangsa yang taat dan tunduk pada Peraturan atau hukum.
Menurut Elwin Mendrofa Ketua DPC GMNI Kota Tangerang menerangkan bahwa "Seorang peserta didik sudah seharusnya siap untuk didik dan siap untuk didisiplinkan bilamana melanggar aturan atau norma".
"Maka peran orangtua sangat penting dalam melakukan pendekatan dan motivasi seperti Pengendalian yang bersifat Preventif sehingga sinergitas antara orangtua dan guru sangat diperlukan," jelasnya.
"Mengingat tindakan Gubernur dalam menanggapi permasalahan ini mengindikasikan terlalu cepat dalam pengambilan keputusan dan dampak besar dari keputusan ini adalah tindakan atau kenalan peserta didik akan semakin ekstrem kedepannya karna secara psikologis atas tindakan mogok sekolah agar kepala sekolah dicopot telah diwujudkan membuat mereka semakin percaya atas kenakalan mereka," tandasnya.
Sumber : Elwin Mendrofa Ketua DPC GMNI Kota Tangerang
