Sindikat Narkoba Asing Beroperasi di Bali, Lab Gelap di Vila Gianyar Digulung Aparat

Konferensi pers Operasi gabungan Imigrasi Ngurah Rai, BNN dan Bea Cukai mengungkap pabrik narkoba ilegal di vila kawasan Gianyar,foto:ist,pojokliterasi.co.id

Bali, pojokliterasi.co.id - Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai berhasil mengungkap praktik clandestine laboratory atau laboratorium gelap pembuatan narkotika di wilayah Gianyar, Bali.

Dalam operasi gabungan yang berlangsung sejak Kamis (5/3/2026) malam hingga Jumat dini hari tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) asal Rusia berinisial ST (30) dan NT (29). Keduanya diduga kuat menjadi aktor utama dalam operasional pabrik narkotika tersebut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil sinergi kuat antarinstansi dalam menjaga Bali dari aktivitas ilegal lintas negara.

“Operasi ini merupakan bukti nyata sinergi antara Imigrasi, BNN, dan Bea Cukai. Kami berkomitmen penuh menjaga Bali dari segala bentuk aktivitas ilegal yang melibatkan warga negara asing, terutama yang berkaitan dengan jaringan narkotika internasional,” ujarnya.

Pengungkapan kasus ini bermula dari permohonan bantuan pelacakan oleh Direktorat Intelijen Keimigrasian atas permintaan Badan Narkotika Nasional pada 4 Februari 2026. Saat itu BNN mengidentifikasi dugaan keterlibatan NT dalam jaringan peredaran narkotika.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, tim Inteldakim Ngurah Rai melakukan penelusuran data perlintasan serta pengawasan lapangan. Dari hasil investigasi pada 5 Februari 2026, diketahui alamat tempat tinggal yang didaftarkan NT di kawasan Ungasan, Kabupaten Badung ternyata bersifat fiktif.

Berbekal temuan tersebut, tim gabungan kemudian menyusun strategi dan melakukan penggerebekan serentak pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 23.30 WITA di dua lokasi berbeda di Sukawati, Gianyar.

Di lokasi pertama, Villa Renas Kubu, petugas menangkap ST. Dari tangan tersangka diamankan paspor Rusia, sebuah tas berisi barang bukti, serta galon berisi cairan kimia yang diduga sebagai bahan baku pembuatan narkotika.

Sementara di lokasi kedua, kawasan The Tetamian Bali, petugas mengamankan NT. Dari lokasi ini petugas menemukan cairan kimia yang disembunyikan di dalam mobil Toyota Agya yang disewa pelaku. Selain itu, petugas juga menemukan paspor yang diduga palsu atas nama Kseniia Kozina yang diduga digunakan NT untuk menyewa kendaraan dan vila.

Pengembangan dari penangkapan kedua WNA tersebut kemudian mengarahkan tim gabungan menuju sebuah vila di kawasan Saba, Blahbatuh, Gianyar sekitar pukul 00.45 WITA. Di lokasi tersebut petugas menemukan clandestine laboratory yang digunakan untuk memproduksi narkotika.

Di dalam vila tersebut terdapat dua kamar yang difungsikan sebagai area produksi narkotika, lengkap dengan sejumlah jerigen berisi cairan bahan kimia.

Bugie Kurniawan menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku. Selain proses pidana narkotika yang ditangani BNN, pihak Imigrasi juga akan mendalami dugaan pelanggaran dokumen perjalanan serta penyalahgunaan izin tinggal oleh kedua WNA tersebut.

“Dari sisi keimigrasian, kami akan memastikan penegakan hukum terhadap dugaan penggunaan paspor palsu serta penyalahgunaan izin tinggal berjalan maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali turut memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam operasi tersebut, khususnya jajaran Kantor Imigrasi Ngurah Rai.

Ia menilai sinergi antara Imigrasi, BNN dan Bea Cukai menjadi kunci penting dalam menjaga Bali dari ancaman kejahatan transnasional, termasuk peredaran narkotika yang melibatkan warga negara asing.

“Kami mengapresiasi kerja profesional dan responsif tim Imigrasi Ngurah Rai dalam mendukung pengungkapan kasus ini. Ke depan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing di Bali akan terus diperkuat,” ujarnya. (Bas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama