KOTA TANGERANG, Pojok Literasi - Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang, H. Junadi, mendesak Pemerintah Kota Tangerang bertindak tegas dan sesuai prosedur dalam melaksanakan eksekusi Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) di Embung Karawaci. Desakan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Ruang Bamus DPRD Kota Tangerang, Selasa (24/2/2026).
Dalam RDP tersebut, Junadi menegaskan bahwa lahan Embung Karawaci merupakan aset Pemerintah Daerah yang saat ini justru digugat pihak lain. “Ini tanah Pemda lalu digugat oleh orang yang bukan Pemda. Jadi ini pemerintah mau diam saja atau bagaimana? Bahkan surat dari DPRD saja ditolak oleh Dinas, ini bagaimana?” tegas Junadi, politisi Fraksi Partai Gerindra itu.
Dari hasil RDP, disepakati bahwa Pemerintah Kota Tangerang akan menindaklanjuti rencana pembongkaran PSU di Embung Karawaci. Eksekusi lahan dijadwalkan setelah Hari Raya Idulfitri 1447 H dan akan dikoordinasikan dengan dinas terkait.
BHP2HI: Pemkot Terkesan Tebang Pilih
Di sisi lain, Badan Himpunan Pelayanan Publik dan Hukum Independen (BHP2HI) menyoroti kinerja Pemkot Tangerang dalam penertiban bangunan. Ketua BHP2HI, Suhardi Winoto, menilai pemerintah terkesan tebang pilih dalam penegakan aturan.
“Pemerintah Kota begitu masif melakukan pembongkaran dan penertiban bangunan, namun terkesan janggal. Tegas pada rakyat kecil, tapi tutup mata dan mengulur-ulur pada warga yang kaya. Ini terlihat jelas pada kasus PSU di Embung Karawaci,” ujar Suhardi, Senin (14/4/2026).
Suhardi mempertanyakan komitmen Pemkot dan DPRD yang hingga kini belum mengeksekusi lahan embung. “Sudah hampir sebulan dari Hari Raya Idulfitri berlalu, tapi dewan ataupun Pemda diam dan terkesan membiarkan. Padahal sudah beberapa kali Pemda melakukan pembongkaran di lokasi lain. Kenapa sampai sekarang embung didiamkan?” tandasnya.
Pengembalian Fungsi Embung Kurangi Banjir
Menurut Suhardi, pengembalian fungsi tanah Embung Karawaci sebagai daerah resapan air akan berdampak positif bagi wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir. “Bilamana Embung dikembalikan sesuai fungsinya, wilayah yang langganan banjir akan terbebas, minimal mengurangi akibat air yang tertampung sudah lebih dulu diserap di Embung,” paparnya.
Ia berharap sterilisasi tanah Embung segera dilakukan mengingat prediksi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi. “Harapan kami agar secepatnya dilakukan sterilisasi atas tanah Embung,” tutup Suhardi.
Kontributor : Mahmud
