Kecaman Keras Insiden Asis Ketika Menjalankan Tugas Jurnalistik

Kecaman Keras Insiden Asis Ketika Menjalankan Tugas Jurnalistik


PROBOLINGGO, Pojok Literasi - Viralnya pemberitaan tentang Kabiro Radar CNN Surabaya, Asis yang menjadi Korban Penganiayaan, Oknum mengaku dari Ormas Sakera, Resmi Dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota. Minggu, 29 Maret 2026.


Insiden terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 19.00 WIB di rumah salah satu warga di wilayah Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, mengakibatkan Asis mengalami pemukulan di bagian badan dan kepala dari jarak dekat hingga mengalami luka lecet pada lengan sebelah kiri.


Terduga pelaku merupakan seorang pria yang mengaku berasal dari ormas Sakera dan juga dikaitkan dengan ormas Garuda Sakti. Hingga saat ini, identitas pelaku masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.


Direktur Utama Radar CNN, Abah Edy Macan menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa korban saat itu tengah menjalankan tugas jurnalistik.
 


“Yang bersangkutan sedang bertugas sebagai jurnalis, melakukan koordinasi terkait informasi dugaan aktivitas tertentu. Namun dalam pelaksanaan tugasnya, justru terjadi dugaan tindakan penganiayaan. Padahal pers dilindungi oleh negara dalam menjalankan tugasnya sesuai prosedur,” ujarnya.


Kasus ini dilaporkan dengan dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.


Dilain sisi, menanggapi peristiwa tersebut, Bung Taufik, selaku advokat dan perwakilan dari kalangan penegak hukum di Jawa Timur, menyampaikan kecaman keras atas tindakan tersebut dan menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap wartawan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.


“Ini adalah tindakan yang sangat memprihatinkan dan mencederai prinsip negara hukum. Wartawan menjalankan tugasnya, dilindungi oleh undang-undang. Oleh karena itu, Kami mengutuk keras penganiayaan ini dan meminta aparat penegak hukum di Probolinggo segera bertindak tegas,” ujar Bung Taufik.


 
Lebih lanjut, Bung Taufik juga mendesak agar para pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum tanpa adanya perlindungan terhadap oknum tertentu. Ia menekankan pentingnya transparansi dan profesionalitas dalam penanganan kasus ini agar kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga.


Selain itu, kasus dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan yang menjadi latar belakang kejadian ini juga diminta untuk segera diusut tuntas. Barang bukti berupa kendaraan yang diduga digelapkan harus segera diamankan guna memperjelas perkara dan memberikan kepastian hukum bagi korban.


Hingga berita ini ditayangkan, Polres Probolinggo Kota tengah menangani laporan tersebut dan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.


Kontributor : Mahmud

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama