![]() |
| Swafoto bersama pengurus dan para tokoh pemerintahan di Pelantikan Pengurus RT-RW di Sindangsari (doc. Pojok Literasi) |
Pojok Literasi – Ketua dan Pengurus RT 006 RW 014, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, periode 2026–2029 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat pada Minggu (26/7/2026) malam. Pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan warga dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, tertib, bersih, dan sejahtera.
Dalam prosesi tersebut, Riadi resmi mengemban amanah sebagai Ketua RT 006 RW 014 untuk masa bakti 2026–2029. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan penanganan banjir di kawasan Blok WRC sebagai salah satu program prioritas kepengurusan yang baru.
"Permasalahan banjir di lingkungan Blok WRC harus menjadi prioritas bersama. Dengan dukungan seluruh warga dan para pemangku kepentingan, kami optimistis persoalan ini dapat segera diselesaikan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat," ujar Riadi.
Di bawah kepemimpinannya, RT 006 RW 014 mengusung visi "Mari Berbenah dan Bangkit, Gotong Royong, Bergerak Membangun dan Bekerja dengan Pasti." Visi tersebut diwujudkan melalui misi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, tertib, dan bersih, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat kebersamaan dan budaya gotong royong.
Acara pelantikan dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Banten Ahmad Dedi Muhdi, M.M., Anggota DPRD Kabupaten Tangerang AW. Maulana, S.Sos., Lurah Sindangsari H. Muhammad Tamim, S.IP., Ketua RW 014 Sagiman, serta tokoh masyarakat dan warga setempat. Kehadiran para tamu undangan menjadi bentuk dukungan terhadap kepengurusan baru dalam menjalankan amanah serta membangun lingkungan yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, AW. Maulana menyoroti keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur di tingkat kelurahan yang dinilai belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara optimal.
"Anggaran kelurahan untuk infrastruktur sekitar Rp700 juta. Dibagi ke 23 RW, masing-masing hanya sekitar Rp30 juta. Kalau di RW 014 dibagi lagi ke 10 RT, setiap RT hanya menerima sekitar Rp3 juta. Dengan anggaran sebesar itu, pembangunan apa yang bisa dilakukan?" ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan aspirasi pembangunan kepada pemerintah daerah melalui wakil rakyat yang telah dipilih. Menurutnya, setiap anggota legislatif memiliki tanggung jawab untuk mengawal dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
"Bapak dan Ibu sekalian, anggota dewan yang pernah dipilih di wilayah ini wajib mengawal aspirasi masyarakat. Amanah itu harus dijaga, usulan warga wajib disampaikan. Saya digaji oleh bapak dan ibu sekalian, sehingga tugas saya adalah menjadi pelayan dan pembantu masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, para tamu undangan berharap kepengurusan RT 006 RW 014 yang baru mampu membangun sinergi yang kuat antara pengurus RT, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang tertata, aman, bebas banjir, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kepengurusan RT 006 RW 014 periode 2026–2029 diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang berdampak nyata bagi masyarakat. Selain memperkuat persatuan warga, kepengurusan baru juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan lingkungan yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera bagi seluruh warga. (HRA)
