![]() |
| Peserta kegiatan Hari Anak Nasional di Ruang Patio Puspemkot Tangerang, foto Istimewa |
Pojok Literasi – Peringatan Hari Anak Nasional di Kota Tangerang diwarnai dengan kegiatan Harmoni Gerakan Bersama bertema "Satu Tarikan Nafas Kebaikan", yang digagas Lintas Komunitas bersama Yayasan Respon Cepat Badan Darurat Kemanusiaan dengan dukungan sejumlah perangkat daerah.
Kegiatan yang digelar pada Kamis (30/7/2026) mulai pukul 09.00 WIB di Aula Patio, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang tersebut menjadi wadah sinergi berbagai unsur masyarakat dalam memperkuat perlindungan anak melalui peran aktif keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar.
Sebanyak 62 kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Tangerang hadir bersama para tamu undangan untuk mengikuti rangkaian edukasi yang mengangkat isu pengasuhan, perlindungan anak, hingga kesehatan mental sebagai bagian penting dalam menciptakan generasi yang berkualitas.
Psikolog Nurhasanah, S.Psi., M.Psi. tampil sebagai narasumber utama dengan membawakan materi mengenai pola asuh positif, kesehatan mental anak, perlindungan terhadap hak-hak anak, serta pentingnya membangun keluarga yang harmonis sebagai fondasi pembentukan karakter.
Dalam pemaparannya, Nurhasanah menekankan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, pola pengasuhan yang penuh kasih sayang, serta kolaborasi erat antara keluarga dan sekolah menjadi kunci dalam mencegah berbagai persoalan sosial yang berpotensi menghambat tumbuh kembang anak. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.
Melalui kegiatan ini, para kepala sekolah turut didorong untuk terus menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak, sekaligus memperkuat upaya pencegahan terhadap segala bentuk kekerasan maupun perundungan di lingkungan sekolah.
Ketua Pelaksana, Awaludin Reza Permana, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata semangat kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi masa depan. Menurutnya, menciptakan anak-anak yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat secara luas.
"Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat agar semakin peduli terhadap hak-hak anak, memberikan perlindungan yang optimal, serta membangun generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia sebagai penerus pembangunan bangsa," ujarnya.
Melalui semangat "Satu Tarikan Nafas Kebaikan", penyelenggara berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan yang mampu memperkuat kepedulian terhadap anak serta mewujudkan Kota Tangerang sebagai kota yang semakin ramah anak menuju Indonesia Emas. (Red)
